|
find us on : 
Home > PERTANIAN > Kementan: 'Desa Tani Expo Petani Milenial' Wujudkan Petani Mandiri

Kementan: 'Desa Tani Expo Petani Milenial' Wujudkan Petani Mandiri

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 14 Maret 2019 | 21:03:11
dibaca | 1396 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi mengatakan Desa Tani Expo Petani Milenial #2019TetapPetaniBerdayaDitanahSendiri merupakan upaya yang baik karena menjadikan petani dhuafa dan petani buruh bisa mandiri dengan pola-pola sinegritas dengan berbagai pihak.

Suwandi menyampaikan keterangan tersebut saat membuka Grand Launching Desa Tani Expo Petani Milenial #2019TetapPetaniBerdayaDitanahSendiri yang diselenggarakan Kelompok Tani MACAKAL bekerja sama dengan Dompet Dhuafa di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Rabu (13/3).

"Saya harapkan pola-pola seperti ini diterapkan di tempat-tempat lain, sehingga jangkauan covery-nya bisa lebih luas. Manfaatnya sangat luar biasa, karena yang diproduksi pun produk-produk sayuran yang kelas supermarket dan ekspor, ini sangat baik. Jadi komprehensif, mulai dari pembinaan hulu, kemitraannya, hilir sampe pasar," kata Suwandi.

Selain itu, lanjut Suwandi, pola sinergi seperti ini juga sangat bagus dalam membuka akses permodalan hingga menjamin ketersediaan pasar. Buktinya, banyak pihak yang ingin bermitra dan membangun kerja sama dengan petani.

"Saya lihat tadi ada MoU salah satunya dengan Bank BJB dan ini saya harap terus ditingkatkan. Kita aka men-support penuh dengan berbagai apa yang bisa kita lakukan kita akan support," ujar Suwandi.

Terkait dengan lahan pertanian yang tersedia di Bandung Barat, Suwandi menilai lahannya sudah terlihat subur dan efisien. Hanya saja, ia mengharapkan agar pola pertanian yang baik yaitu ramah lingkuangan dan mengikuti SOP. "Biar produksi kita tingkatkan, tapi di samping itu dengan pola-pola yang ramah lingkungan," ujarnya.

Lebih lanjut Suwandi mengatakan konsep pertanian milenial yang diharapkan oleh pemerintah saat ini sudah ada pada Kelompok Tani MACAKAL. Kelompok tani ini merupakan contoh generasi milenial, yakni generasi muda yang bangkit memajukan pertanian yang berdaya saing.

"Image kita selama ini pertanian itu becek-becek dan kotor-kotor. Contonya apa, ini sudah dilakukan mekanisasai, pola transaksinya pun udah mengikuti generasi milenial," ungkapnya.

"Jadi, teknologi informasi, mekanisasi teknologi yang lain kita manfaatkan untuk menggenjot produksi dan distribusi hasil pertanian," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bandung Barat, AA Umbara Triana mengaku bangga dan mengapresiasi upaya Kelompok Tani MACAKAL dalam memajukan pertanian. Baginya, hal tersebut menjadi inspirasi karena ia juga lahir dan dibesarkan dari keluarga petani.

"Saya dulu bertani, dan hari ini barangkali pertanian tidak seperti zaman jadul lagi. Karena sudah zaman now. Makanya sekarang ada petani milenial. Ini inspirasi buat kami, terutama pemerintah daerah Bandung Barat," kata Umbara.

Sebagai wujud dukungan terhadap petani, pada tanggal 21 Maret 2019 mendatang pihaknya akan mengundang para petani dan kelompok tani dan akan diberikan bantuan Alsintan.

"Saya akan memberikan 1.000 traktor untuk petani Kabupaten Bandung Barat, dan di dalamnya ada semua yang dibutuhkan petani," ujar Umbara.

Ketua Kelompok Tani MACAKAL, Triana menyampaikan banyak terima kasih kepada berbagai pihak, baik itu Dirjen Hortikultura Kementan, Bupati Bandung Barat, Dinas Pertanian Jawa Barat, serta Dompet Dhuafa sebagai mitra Kelompok Tani MACAKAL.

"Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak. Ini merupakan penyemangat bagi kami sebagai petani di Cibodas," kata Triana.

Dia menegaskan Kelompok Tani MACAKAL siap memajukan pertanian bersama para petani yang ada di sekitar Desa Cibodas. "Untuk itu, dengan adanya dukungan dari pemerintah dan pihak-pihak lain sangat dibutukan," ujar Triana.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Barat, Andriyansyah menuturkan, setiap hari ada petani dapat memanen buncis 100 kg. Sebanyak 12 petani binaan tersebut diberdayakan dalam program yang bernama desa tani pada lahan seluas 1,2 hektare di kampung Ateng, Lembang. "Program ini berjalan sejak akhir tahun 2018 lalu," ungkapnya.

Andriansyah menambahkan, desa tani merupakan salah satu program pemberdayaan ekonomi Dompet Dhuafa Jabar. Desa tani hadir untuk mengatasi masalah kesejahteraan para petani yang ada di Desa Cibodas. Dalam pelaksanaan pembedayaan petani tersebut, Dompet Dhuafa Jabar bermitra dengan Kelompok Tani MACAKAL. Kelompok Tani MACAKAL lah yang membantu melakukan ekspor ke Malaysia.

"Adanya kolaborasi dengan mitra lokal diharapkan bisa semakin memudahkan dan melejitkan tujuan program," kata Andriansyah. (Aii)

BERITA TERKAIT :