|
find us on : 
Home > NASIONAL > Menhan RI dan Malaysia Bahas Keamanan di Wilayah Perbatasan

Menhan RI dan Malaysia Bahas Keamanan di Wilayah Perbatasan

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 16 November 2018 | 02:54:01
dibaca | 1072 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Ryamizard Ryacudu bersama Menteri Pertahanan Malaysia Haji Mohammad Bin Sabu, memimpin kegiatan sidang General Border Committee Indonesia dan Malayasia, (GBC Malindo) ke-41, di Kuta, Badung, Bali.

Dalam sidang GBC Malindo ke 41 ini, kedua negara memanfaatkannya untuk mengevaluasi laporan kemajuan bersama di badan-badan di bawah GBC.

Baik di bidang operasi maupun nonoperasi termasuk hasil dari pertemuan kelompok kerja. Hasil tersebut nantinya digunakan untuk menentukan langkah-langkah peningkatan kerjasama di masa mendatang.

Selain itu, untuk sidang GBC Malindo ke-41 ini, juga memanfaatkan dan mendiskusikan setiap permasalahan bersama yang dihadapi kedua negara dan mencari jalan pemecah yang tepat demi kepentingan bersama, serta untuk memelihara dan meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Terutama di wilayah perbatasan kedua negara yang belum terselesaiakan dan tentunya mencari solusi terbaik.

"Hasil baik dan semuanya bisa disepakati. Ada perbedaan sedikit kita bisa atasi. Semuanya untuk ke dua negara terutama perbatasan kedua negara. Baik untuk keamanan sendiri, juga untuk kesejahteraan kedua bangsa di perbatasan, itu hasilnya", kata Ryamizard Ryacudu, Kamis (15/11).

Ryamizard juga mengatakan, untuk persoalan pertahanan kedua negara ada kerjasama baik antara kepolisian darat, laut dan udara.

"Keamanan adalah kesejahteraan bangsa Indonesia dan Malaysia. Apa yang kita bisa berikan kepada rakyat di tempat. Jadi ini sudah dilakukan. Jadi keamanan dan kesejahteraan, kita harap kebersamaan ini berlanjut terus," imbuhnya.

"Jadi kita ada pepatah kawan itu harus dicari. Tetapi tetangga itu takdir dari Tuhan. Iya memang harus begitu. Kalau kita, tidak bersahabat atau tidak baik berarti menolak takdir. Itu tidak baik. Jadi harus baik," jelas Menhan Ryamizard.

Sementara Menhan Malaysia Haji Mohammad bin Sabu, menyampaikan selama pembicaraan di forum banyak persoalan yang sudah diselesaikan salah satunya menghadapi terorisme.

"Kami melakukan perbincangan dengan mesra. Kita menyelesaikan banyak perkara-perkara dan kerjasama semakin kuat. Perbincangan kita tertumpu pada keselamatan menghadapi teroris," ucapnya.

"Pertemuan ini berjalan dengan baik dan kesepakatan antara dua pihak akan berjalan dari masa ke masa. Antara kepolisian dan laut, darat dan udara," tambahnya.

Disamping itu, isu-isu keamanan masih tetap memerlukan perhatian dan peningkatan usaha bersama kedua negara khususnya dalam mencegah dan mengatasi isu-isu keamanan yang bersifat trans-nasional.

Wilayah perbatasan adalah wilayah terdepan kedua negara yang sangat rawan dan berpotensi untuk dimanfaatkan oleh aktor - aktor yang menjadi pelaku kejahatan lintas negara. Untuk itu, forum GBC Malindo juga mempunyai peran penting untuk mengatasi perpindahan illegal termasuk narkoba, pergerakan kelompok teroris, kelompok radikal dan sebagainya.

Menurut Menhan RI, sejauh ini forum kerja sama Malindo telah mengalami banyak kemajuan dengan hasil-hasil yang konkrit dan dirasakan manfaatnya, baik dalam mengatasi permasalahan keamanan di wilayah perbatasan, maupun dalam memajukan dan meningkatkan kesejahteraan, perekonomian dan sosial budaya kedua negara serta yang berkaitan dengan persoalan perlintasan orang dan barang.

"Manfaat dari kerja sama ini dapat kita rasakan dengan terpeliharanya hubungan antar pemerintah juga hubungan antar masyarakat kedua negara yang semakin erat", ungkap Menhan RI. (Bgs)