|
find us on : 
Home > MELITER > Pangdam I/BB: Operasi Katarak Untuk 1000 Warga Tidak Mampu

Pangdam I/BB: Operasi Katarak Untuk 1000 Warga Tidak Mampu

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 12 Oktober 2018 | 11:35:59
dibaca | 532 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Dalam rangka HUT TNI ke-73 Kodam I/BB bekerja sama dengan PT. Agincourt Resources, A New Vision, Inti Sumut dan Walubi Sumut melaksanakan bakti sosial kesehatan operasi katarak di rumah sakit tingkat II Putri Hijau Medan, Kamis (11/10/2018).

Dilokasi, warga Sumatera Utara berdatangan dari segala penjuru daerah tampak antusias memadati areal rumah sakit untuk mengikuti kegiatan bakti sosial ini.

Katarak merupakan perubahan pada lensa mata yang seharusnya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh.

Katarak biasanya tidak terjadi secara tiba-tiba dan akibat dari katarak juga sangatlah beragam sesuai dengan tingkat kekeruhannya. Sebagian besar, katarak disebabkan oleh proses penuaan pada usia diatas 40 tahun.

Namun, hal ini dapat saja terjadi pada usia muda dikarenakan faktor penyakit lainya seperti diabetes, trauma (kecelakaan) yang mengakibatkan kerusakan pada mata serta kelainan bawaan (kogential) dan kurang gizi (zat anti oksidan).

Gejala yang timbul berupa penglihatan mulai kabur, seperti terhalang kabut, penglihatan berbayang, penglihatan pada siang hari kabur dibanding malam hari serta ukuran lensa pada kaca mata cepat berubah.

Pada kegiatan ini, Kodam I/BB berkomitmen untuk membantu operasi katarak bagi masyarakat yang kurang mampu.

Pangdam I/BB, Mayjen TNI MS. Fadhilah yang didampingi Kepala Rumah Sakit Tingkat II Putri Hijau, Kolonel Ckm dr. Farhaan Abdulah,So.,THT-KL menjelaskan bahwa, kegiatan ini dalam rangka HUT TNI ke-73 untuk membantu masyarakat untuk menyembuhkan penyakit katarak.

"Bakti sosial kesehatan operasi katarak ini dalam rangka HUT TNI ke-73 tahun 2018 yang bertujuan untuk membantu masyarakat menyembuhkan penyakit katarak yang diderita agar sembuh kembali lewat tindakan operasi. Kami targetkan sekitar 1000 orang pasien yang akan kita operasi di berbagai titik kegiatan diantaranya Medan dan Sibolga," ujar perwira yang pernah menduduki jabatan sebagai Kepala Pusat Penerangan TNI ini.

Panglima Kodam I/BB beserta asisten juga menyempatkan diri melihat dan berbincang dengan para pasien yang telah di operasi maupun yang baru akan dioperasi.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam suasana aliran listrik yang padam dan terpaksa dibantu dengan aliran listrik dari genset milik Kodam I/BB, namun setelah personil perwira TNI yang mengontak manager PLN area Medan Lelan Hasibuan yang datang langsung ke RS Putri Hijau barulah aliran listrik di rumah sakit hidup kembali.